Setiap muslim dianjurkan untuk melaksanakan sholat berjemaah. Selain pahala yang lebih besar 27 derajat dibandingkan sholat sendiri, melaksanakan sholat berjemaah juga merekatkan ukhuwah islamiyah.

Dalam sholat berjemaah kita pasti sudah paham jika gerakan sholat makmum tak boleh mendahului imam. Gerakan imam dalam rukun apapun tidak boleh didahului jemaahnya.

Imam itu dijadikan hanya untuk diikuti, maka janganlah kalian menyelisihi imam. Jika imam telah takbir maka takbirlah kalian, jika imam telah ruku’ maka ruku’lah kalian” (HR. Bukhari Muslim)

Namun ada kalanya seorang makmum tak bisa mendengar ucapan takbir imam sebagai pertanda pergantian gerakan. Akibatnya dia tak bisa mengetahui mendahalui imam atau tidak.

Terkait hal itu, para ulama berbeda pandangan. Mereka mengelompokan hukum makmum yang membarengi gerakan imam dalam lima perincian.

Pertama, haram sekaligus menyebabkan tidak sahnya shalat yang ia lakukan. Hal ini ketika makmum membarengi imam dalam takbiratul ihram.

Kedua, sunnah yaitu ketika makmum membarengi imam dalam membaca Aamiin setelah imam selesai membaca Surat Al-Fatihah.

Ketiga, makruh sekaligus menghilangkan fadhilah (keutamaan) jamaah bagi makmum.

Hal ini ketika makmum membarengi imam dalam gerakan yang terdapat dalam shalat secara sengaja, begitu juga saat makmum membarengi imam dalam mengucapkan salam.

Keempat, wajib. Hal ini terdapat dalam satu kasus yaitu saat makmum tahu bahwa jika ia tidak membaca Surat Al-Fatihah bersamaan dengan bacaan imam.

Maka ia tidak akan dapat menyelesaikan bacaan Al-Fatihahnya secara sempurna, maka dalam keadaan ini ia wajib untuk membaca fatihah bersamaan dengan bacaan imam.

Kelima, Mubah yaitu membarengi imam dalam selain permasalahan yang telah dijelaskan di atas, seperti membarengi imam dalam bacaan Tasbih ketika ruku’ dan sujud, membarengi imam dalam bacaan iftitah dll.

Sumber: dream.co.id